Beberapa Teknik Dasar Pemula Pada Saat Menulis Artikel

trending

Hotline

Beberapa Teknik Dasar Pemula Pada Saat Menulis Artikel

Artikel adalah karya jurnalistik. Salah satu cirinya adalah faktual atau nonfiksi. Isinya berupa pendapat, gagasan, pemikiran, serta fakta. Posisinya dalam karya jurnalistik masuk dalam kategori pandangan atau opini, seperti halnya surat pembaca, kolom, analisis berita, dan karikatur.Jika ada pertanyaan tentang bagaimana teknik menulis artikel, maka hal itu sebenarnya sama saja dengan pertanyaan tentang bagaimana teknik mengendarai sepeda. Artinya, sejauh ini belum didapati suatu rumusan baku tentang teknik maupun langkah-langkah praktis bagaimana seseorang dapat menulis sebuah artikel, seperti halnya tidak ada teknik baku untuk bisa mengendarai sebuah sepeda. Seseorang akan mampu mengendarai sepeda dengan cara banyak latihan. Demikian pula dengan menulis artikel yang juga membutuhkan banyak latihan.

beberapa tehnik dasar bagi pemula sebelum menulis artikel
Ada ungkapan didunia jurnalistik, “Menulis bagaikan berenang. Betapapun seringnya seseorang mendengarkan ceramah atau membaca buku tentang renang, ia tetap tidak akan bisa berenang selama ia tidak menceburkan diri ke dalam kolam renang”. Intinya, orang hanya bisa menulis dengan baik jika ia terus berlatih menulis.

Oleh karena itu, postingan hari ini yang berisi tentang teknik dasar menulis artikel bagi pemula ini bukanlah rumus baku. Kami tidak dapat menjamin anda akan langsung pandai menulis setelah membaa postingan ini. Mungkin lebih tepatnya postingan berikut hanyalah panduan bagi anda untuk berlatih menulis terutama dalam menulis sebuah artikel.berikut adalah beberapa teknik dasar menulis artikel bagi pemula yang telah saya rangkum dibawah ini.

 
Menggali Ide

Menggali ide merupakan tahap awal sekaligus teknik dasar untuk menulis artikel. Ini sama halnya dengan mencari inspirasi atau ilham. Ide berasal dari kata Latin idein yang artinya melihat, ide adalah gagasan atau hasil pemikiran. Ide diperoleh dengan memikirkan sesuatu.Dalam ajaran islam, ide merupakan hidayah atau petunjuk tuhan. Oleh karena itu, untuk penggalian ide kita dapat mengacu kepada bagaimana cara mendapatkan hidayah itu.Hidayah itu bisa didapatkan dengan beragam cara. Antara lain berupa ilham, yaitu petunjuk yang didapat melalui ilham, diberikan Tuhan ke dalam hati seseorang. Ide menulis pun bisa datang dengan cara demikian. Istilahnya, “naluuri menulis”. Identik dengan sense of news  yang dimiliki wartawan.

Ada juga hidayah yang daang melalui pancaindera, yaitu petunjuk yang didapat melalui penglihatan mata, pendengaran telinga, perasa lidah, penciuman hidung, peraba kulit. Ide pun bisa anda peroleh dengan cara menggunakan pancaindera anda, misalnya dengan membaca buku atau koran, melihat pemandangan atau apa pun yang bisa dilihat, mendengarkan siaran radio, dan sebagainya.

Baca : Tips Mencari Ide Pada Saat Menulis Artikel

Hidayah juga didapat melalui akal atau dalam bahasa arab disebut dengan Hidayatul aqli, yaki dengan mengoptimalkan fungsi akal atau pikiran yang ada di dalam otak kita. Ide menulis pun dapat diperoleh dengan akal ini, yakni dengan cara menimbulkan pertanyaan “mengapa”, “kenapa bisa begitu”, atau “bagaimana” terhadap sebuah fenomena atau peristiwa yang sedang terjadi.

“ide ada di mana-mana,” kata Maskum Iskandar dari Lembaga Pers Dr. Soetmo Jakarta ”sumber ide antara lain bacaan, pengamatan, pengalaman, pendapat, obrolan, pengetahuan, perasaan, keinginan, dan tontonan.” Kebanyakan ide muncul dari bacaan ketika Anda bisa menemukan tema-tema aktual dan menarik.

 
Menguji Ide

Setelah mendapatkan ide, anda harus menguji sendiri ide tersebut, misalnya dengan menimbang-nimbang beberapa hal sebagai berikut:
  1. Aktualkah ide tersebut ?
  2. Bergunakah ide penulisan tersebut bagi publik ?
  3. Cukupkah pengetahuan dan referensi yang kita miliki untuk mengembangkan  ide tersebut dalam sebuah tulisan ?
  4. Pernahkah ditulis oleh orang lain ?, jika pernah, tmukanlah sudut pandang lain
  5. Kira-kira media mana yang cocok dengan ide tersebut ?

 
Mengumpulkan Bahan ( Referensi )

Setelah mendapatkan ide untuk menulis tentang suatu masalah, maka siapkan bahan-bahan (referensi) yang dapat mendukung pengembangan ide tersebut menjadi sebuah tulisan atau sebuah artikel.

Tentu saja, referensi yang dimaksud adalah buku, tulisan-tulisan, atau kliping koran tentang masalah yang akan kita tulis itu. Di sinilah pentingnya kita memiliki perpustakaan pribadi atau kliping koran dan majalah.

Jadi, ketika sebuah ide tulisan muncul, simpan atau tuliskan ide tersebut pada buku catatan kita, lalu segera menuju perpustakaan atau rak buku kita. Atau anda juga bisa melakukan browsing di internet dan mencari artikel atau literatur yang membahas masalah yang akan kita tulis tadi. Jika anda mengutipnya pada pemikiran orang lain, sebutkan sumbernya.


Mulai Menulis

Bagi pemua, ketika memulai menulis, jamgam pikirkan harus langsung membuat tulisan yang bagus. Langsung saja tuliskan apa yang ada di pikiran anda dengan gaya bebas, layaknya menulis surat, mengisi diary atau bukuharian, atau menulis jawaban soal ujian di bangku sekolah/kuliah/ testing penerimaan pegawai. Biarkan mengalir. Toh ada pepatah berkata, “semua tulisan pertama pasti kacau-balau.


Untuk memudahkan penulisan, agar kita dapat bertutur secara teratur, jika ide sudah ada, bahan pun demikian, langkah-langkah berikut ini mungkin dapat membantu anda dalam memudahkan anda saat menulis:

  1. Tentukan tema, topik, dan judul tulisan
  2. Buatlah kerangka tulisan yang terdiri dari pendahuluan, bagian isi atau tubuh tulisan yang biasanya dipilah dalam beberapa sub judul, dan penutup, biasanya berisi ringkasan, ajakan/imbauan, atau pertanyaan tanpa jawaban.

Anatomi Tulisan

Sebetulnya tulisan artikel tidak punya struktur. Penulisnya bebas menuangkan masalah yang sedang dibahasnya, lalu menyambungnya dengan pendirian subjektif. Juga tidak perlu disusun yang penting didahulukan dan kurang penting ditulis belakangan, layaknya menulis sebuah berita.

Namun demikian, jika kita badah maka umumnya anatomi atau komposisi sebuah artikel terdiri dari judul, nama penulis, pendahuluan, isi atau uraian dan penutup. Yang penting adalah penulisan isi atau uraian yang ada pada bagian paling awal sebuah artikel.

Judul artikel yang baik antara tiga hingga lima kata. Isi atau tubuh artikel umumnya dipilah dalam sub-sub judul yang diarahkan oleh judul. Bagian penutup biasanya berupa kesimpulan.


Menulis Judul


Bagi yang mengalami kesulitan ketika hendak memulai menulis artikel, berikut adalah beberapa cara yang mungkin dapat membantu anda dalam menulis sebuah judul bagi artikel anda:

  1. Menulis Judul dengan cara Mengutip berita di koran.
  2. Menulis Judul dengan Mengutip hadis, pepatah, atau ungkapan populer yang berhubungan dengan tema tulisan.
  3. Menulis Judul dengan cara Mengutip ucapan seseorang yang populer.
  4. Menulis Judul dengan Mengutip pendapat orang populer.
Baca Juga : Cara Membuat Konten Yang Berpotensi Banyak Pengunjung Pada Sebuah Blog




Sekian postingan hari ini mengenai teknik dasar menulis artikel bagi pemula, apabila ada pertanyaan dan kata yang belum jelas dan sulit dipahami bisa anda tuliskan dan tambahkan di kolom komentar di bawah. Sekian, semoga bermanfaat dan terima kasih.

Tempat dimana kalian bisa menemukan berbagai tips serta berita seputar game,teknologi,sosial media,berita unik dan juga berbagai trik menghasilkan uang secara online.