Benarkah Facebook Akan Di Hapus Di Indonesia ?

trending

Hotline

Benarkah Facebook Akan Di Hapus Di Indonesia ?

Sosial media memang merupakan sebuah sarana yang umum dan telah banyak digunakan oleh para masyarakat modern di zaman sekarang, dengan sosial media para penggunanya mampu menyampaikan pendapat mereka, maupun melakukan komunikasi dengan satu orang bahkan banyak orang sekalipun.

Namun bagaimana pendapat para netizen jika mengetahui bahwa sosial media yang selalu mereka gunakan untuk sarana komunikasi tersebut di blokir dan sulit untuk digunakan kembali ?. pemblokiran situs memang marak terjadi di Indonesia akhir-akhir ini, dan salah satu sosial yang saat ini telah diblokir oleh Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) adalah Tumblr.

Dan akhirnya Netizen pun banyak yang kecewa atas keputusan pemerintah tersebut, dan saat ini netizen sepertinya akan kembali kehilanga sosial media yang mereka favoritkan yakni Facebook.




Kenapa Facebook akan di blokir oleh Kemkominfo ?, hal ini dikarenakan adanya pencurian data pribadi pengguna facebook sebanyak 87 juta pengguna oleh Firma Analisis Cambridge Analityca (CA). dan telah dipastikan bahwa sebanyak 1 juta data pribadi milik pengguna facebook di Indonesia telah di miliki oleh perusahan firma analisis asal Amerika Serikat tersebut.

Bagaimana Cara Cambridge Analytica mendapatkan data pribadi pengguna facebook tersebut ?, orang yang telah mengembangkan  sosial media yang cukup populer ini yakni Mark Zuckeberg tentu tak akan memberikan secara gratis data pribadi penggunanya ke badan analisis tersebut.

Cambridge Analytica mendapatkan data pribadi para pengguna facebook lewat sebuah aplikasi pihak ketiga buatan seorang mahasiswa Psikolog bernama, Alexander Kogan. Aplikasi buatan nya pun telah diunduh oleh sebanyak 270.000 pengguna facebook, tanpa sadar para pengguna facebook memasukkan data pribadi mereka ke dalam aplikasi tersebut, seperti dimana tempat tinggal mereka, apa yang mereka sukai dan lain sebagainya.

Memang yang pengunduh aplikasi dengan nama “Thisisyourdigitallife” tersebut hanya sebanyak 270.000 orang, namun teman dari para pengunduh tersebut pun terkena efeknya. Kemudian berbagai data pribadi yang telah di dapatkan oleh aplikasi tersebut pun diteruskan ke Strategic Communication Laboratories (SCL) dan Cambridge Analytica.

Untuk apa data pribadi para pengguna facebook tersebut ?, sebagian dari pengguna facebook dan para netizen pun akan kesal jika mengetahui ternyata data pribadi mereka digunakan untuk dapat memenangkan Donald Trump pada pemilihan Presiden di tahun 2016 lalu.

Pemerintah Indonesia pun tidak tinggal diam atas kejadian yang menghebohkan ini, dan pemerintah pun langsung mencoba menghubungi pihak facebook Indonesia terkait nasib data pribadi sebanyak 1 juta pengguna facebook di Indonesia.

Dan Kemkominfo pun telah memberikan Surat Peringatan I (SP I) kepada pihak Facebook pada tanggal 5 April kemarin, pihak facebook Indonesia pun langsung memberi penjelasan kepada pihak Kemkominfo, namun pihak Kemkominfo merasa penjelasan tersebut masihlah kurang.

Kemudian pada tanggal 11 April, kemkominfo kembali melayangkan Surat Peringatan II (SP II) kepada Facebook Indonesia. Dengan dilayangkan nya SP II ini, ketua Kemkominfo Rudiantara pun menyatakan, tidak segan-segan untuk segera memblokir facebook.

Masih belum diketahui kapan tepatnya Kemkominfo akan memblokir Facebook, namun tentunya hal ini membuat beberapa netizen merasa cemas, karena membuat mereka kesulitan untuk dapat mengakses sosial media yang cukup banyak di favoritkan tersebut.


Baca Juga: Fakta Mengapa Facebook Masih Memiliki Banyak Pengguna

Bagaimana dengan anda ?, apa pendapat anda jika Facebook benar-benar akan di blokir ?, sekian postingan ini yang memberikan beberapa informasi terkait benar atau tidaknya pemblokiran pada facebook. Semoga bermanfaat dan bila ada pertanyaan anda bisa menambahkan nya pada kolom komentar.

Tempat dimana kalian bisa menemukan berbagai tips serta berita seputar game,teknologi,sosial media,berita unik dan juga berbagai trik menghasilkan uang secara online.